Archive | Agama RSS for this section

12 Para Sahabat dan Alim Yang Diyakini BERMIMPI dengan RASULULLAH SAW..

Oleh: takusahrisau

Atas amalan dan pengawalan diri yang ketat, sebilangan ulama dan para alim telah diberi keutamaan untuk bertemu Rasulullah saw di dalam mimpinya. Mimpi menemukan Rasulullah saw bukan sahaja diimpikan oleh para alim bahkan insan biasa juga tidak terkecuali memasang impian untuk melihat wajah berseri Rasulullah saw di alam mimpi. Para yang diberi keutamaan adalah mereka yang mengamalkan sunnah Rasulullah saw selain selawat kepada baginda secara berterusan. Amalan ini menjadi rutin para alim dan antara mereka menyarankannya kepada sesiapa yang ingin menemukan Rasulullah saw di alam mimpi.

Berikut adalah 12 orang sahabat dan para alim yang berkesempatan menemukan Rasulullah saw di alam mimpi semasa hayat mereka.

images

1. Mimpi Tentang Imam Bukhari Rah.a. Beliau adalah seorang imam terkemuka ahli hadits. Namanya adalah Muhammad bin Ismail Al Bukhari. Gelarnya adalah Amirul Mukminin fil Hadits yang artinya Pembesar Kaum Mukminin dalam ilmu hadits. Beliau mengarang kitab yang seluruhnya berisi hadits-hadits shahih. Beliau wafat pada tahun 256 H. Diriwayatkan dari Muhammad bin Yusuf Al Fibrari, ia berkata, ‘Aku mendengar Najm bin Fadhil, seorang ahlul ilmi berkata, “Aku bermimpi melihat nabi SAW keluar dari kota Masiti, sedangkan Muhammad bin Ismail Al Bukhari berada di belakangnya, dimana bila nabi SAW melangkahkan kakinya, Al Bukhari pun melakukan hal yang sama dan meletakkan kakinya di atas langkah nabi SAW dan mengikuti bekas langkahnya.”
Diriwayatkan dari Muhammad bin Muhammad bin Makki, ia berkata, “Aku mendengar Abdul Wahid bin Adam Ath-Thawwisi berkata, ‘Aku mimpi bertemu Rasulullah SAW dan sekelompok sahabatnya, beliau sedang berhenti di suatu tempat, maka aku mengucapkan salam dan beliau menjawabnya. Aku bertanya, ‘Kenapa engkau berhenti, Ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Aku menunggu Muhammad bin Ismail Al Bukhari.’ Dan setelah beberapa hari datang berita kepadaku tentang wafatnya Al Bukhari. Setelah aku perhatikan, ia wafat pada waktu aku mimpi bertemu Rasululah SAW.”

2. Mimpi Utsman bin Affan r.a. Beliau adalah Khalifah Rasyidin, Pemimpin Kaum Muslimin yang mendapat petunjuk yang ketiga. beliau memiliki gelar Dzun Nurain karena menikahi dua putri nabi SAW yang salah satunya setelah yang lain meninggal. Beliau wafat pada tahun 35 H.Diriwayatkan dari Ummu Hilal binti Waki’, dari seorang istri Utsman, ia berkata, “Suatu kaum akan membunuhku.” Maka aku berkata, “Tidak, wahai Amirul Mukminin.” Kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya aku bertemu Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar di dalam mimpi. Maka mereka berkata, “Berbukalah bersama kami malam ini.” atau mereka mengatakan, “Sesungguhnya kamu akan berbuka bersama kami malam ini.” Diriwayatkan oleh Abdullah bin Salam, ia berkata, “Aku datang kepada Utsman untuk menyalaminya, sedangkan ia dalam keadaan dikepung. Aku masuk menemuinya, maka ia berkata, “Selamat datang wahai saudaraku. Aku melihat Rasulullah SAW tadi malam di pintu kecil ini. Ia berkata, “Pintu kecil itu ada di dalam rumah.” Maka beliau (nabi) berkata, “Wahai Utsman, apakah mereka telah mengepungmu?” Aku menjawab, “Ya.” Beliau bertanya lagi, “Apakah mereka telah membuatmu haus?” Aku menjawab, “Ya.” Maka beliau menuangkan cawan besar yang berisi air, kemudian aku meminumnya sampai kenyang, sampai-sampai aku merasakan dinginnya di antara dada dan pundakku. Dan beliau SAW berkata, “Jika kamu mau, berbukalah di rumah kami. Maka aku memilih berbuka di rumah beliau SAW. Maka kata Abdullah bin Salam, Utsman dibunuh pada hari itu. (Thabaqat Ibnu Saad & Tarikh, Ibnu Asakir).

3. Mimpi Umar bin Khattab r.a. Beliau adalah Pemimpin Kaum Muslimin setelah Sayyidina Abu Bakar Shiddiq wafat. Gelarnya adalah Al Faruq yang artinya pembeda antara yang haq dan yang bathil. Beliau wafat pada tahun 23 H. Diriwayatkan dari Umar bin Hamzah bin Abdullah, dari pamannya, Salim dari bapaknya, Umar berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW di dalam mimpi, dimana aku melihat beliau sedangkan beliau tidak memandangku. Maka aku berkata, “Ya Rasulullah, kenapa aku?” Beliau bersabda, “Bukankah kamu yang mencium istrimu pada saat kamu berpuasa?!” Maka aku berkata, “Demi Yang Mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan mencium istriku lagi setelah ini saat aku berpuasa.” (Al Mahalli, Ibnu Hazm).

4. Mimpi Ali bin Abi Thalib r.hum. Beliau adalah adik sepupu Rasulullah SAW sekaligus menantunya dan termasuk orang yang pertama masuk islam dari kalangan anak-anak. Beliau adalah Khalifah setelah terbunuhnya Utsman bin Affan. Julukannya adalah Abu Turab. Beliau wafat pada tahun 40 H setelah beberapa hari terluka karena tikaman Ibnu Muljam. Muhammad Sa’ad menceritakan sebuah riwayat dari Ali ra. Ali berkata, “Sesungguhnya aku pada malam itu (yaitu saat Ibnu Muljam membunuhnya pada pagi harinya) membangunkan keluargaku, kedua mataku menguasaiku hingga aku tertidur saat aku duduk. Maka aku melihat Rasulullah SAW. Dan aku bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa aku menemukan di antara ummatmu orang-oran yang bengkok dan suka bertengkar?” Rasulullah SAW berkata, “Doakanlah atas mereka.” Maka aku berdoa,” Ya Allah, gantikanlah perlakuan mereka terhadapku dengan yang lebih baik bagiku. Dan gantikanlah yang lebih buruk untuk mereka.” (Thabaqatul Kubra & Al Manaamat, Ibnu Abi Dunya).

5. Mimpi Hasan bin Ali r.hum Beliau adalah cucu Rasulullah SAW serta pemuka para ahli surga. Beliau wafat sebagai syahid. Diriwayatkan oleh Filfilah Al Ja’fi, ia berkata, “Aku mendengar Hasan bin Ali ra. berkata, “Aku melihat nabi SAW bergelantung di atas Arsy, dan aku melihat Abu Bakar ra. memegang kedua pinggang nabi SAW serta melihat Umar ra. memegang kedua pinggang Abu Bakar ra. dan juga melihat Utsman ra. memegang pinggang Umar ra. serta melihat darah bercucuran dari langit ke bumi.” Maka Hasan menceritaka mimpi ini pada orang di sekelilingnya (kaum syi’ah), maka mereka bertanya, “Tidakkah kau melihat Ali?” Hasan menjawab, “Tidak seorang pun yang paling suka aku melihatnya memegang kedua pinggang nabi SAW daripada Ali. Akan tetapi ini adalah sebuah mimpi.” Dari Ishak bin Rabi’, ia berkata, “Ketika kami sedang di sisi Hasan, tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata, ‘Wahai Abu Said, sesungguhnya semalam aku melihat nabi SAW di dalam mimpi. Nabi SAW berada di tengah-tengah Murjiah Bani Salim dalam khalayak ramai, dan diatasnya jubah musim dingin, kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, Hasan akan datang. Beliau bersabda, ‘Katakanlah kepadanya, beritakanlah kabar gembira, kemudian beritakanlah kabar gembira, kemudian beritakanlah kabar gembira.’ Maka mata Hasan bercucuran air mata, dan ia bersabda, ‘Semoga Allah menetapkan matamu. Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang melihatku di dalam mimpi, maka ia sungguh telah melihatku, dan syetan tidak dapat menyerupaiku.’” (HR Thabrani & Al Manaamat, Ibnu Abi Dunya).

6. Mimpi Husein bin Ali r.hum Suatu hari Husein bin Ali sedang duduk di depan rumahnya sambil memeluk pedangnya. Ketika ia menundukkan kepalanya, saudarinya, Zainab binti Ali mendengar suara teriakan. Ia mendekati saudaranya, seraya berkata, “Wahai saudaraku, tidakkah kamu mendengar suara keributan telah mendekat?” Maka Husein mengangkat kepalanya dan berkata, “Sesungguhnya aku melihat Rasulullah SAW di dalam mimpiku dimana beliau berkata padaku: ‘Sesungguhnya kamu menuju kepada kami.’ Maka saudarinya itu menjadi bersedih dan berkata, “Alangkah celaka aku!” Maka Husein berkata, “Kamu tidak celaka, wahai saudariku, tempatkanlah kasih sayangmu dengan Allah Yang Maha Pemurah.”Tak lama, Husein gugur di padang Karbala. Seluruh keluarganya habis terbantai, kecuali seorang anaknya yang bernama Ali yang berhasil diselamatkan oleh Zainab. http://spupe07.files.wordpress.com/2012/02/muhammad.jpg?w=320&h=310 Ya Allah, Beri Kami Kekuatan untuk Menghidupkan Sunnah – Sunnah Beliau saw. !

7. Mimpi Abu Musa Al Asy’ari r.a. Beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW dari suku Tamim. Beliau juga seorang ahli fikih dan qira’at. Diriwayatkan oleh Abu Musa , beliau berkata, “Aku melihat Rasulullah di dalam mimpi sedang berada di atas gunung. Di sampingnya Abu Bakar. Dan beliau (Rasulullah) sedang mengisyaratkan Umar untuk datang kepadanya.” Maka aku mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan ternyata benar, Amirul Mukminin Umar bin Khattab wafat!” Ia (Abu Musa) ditanya, “Tidakkah kamu menulisnya (mimpi) itu kepada Umar?” Maka Abu Musa berkata, “Tidak selayaknya aku mengucapkan berbela sungkawa kepada Umar (karena Umar akan bertemu Rasulullah SAW).” (Ar Riyadhun Nudhrah fi Manaqibil Asyrah).

8. Mimpi Huzaimah bin Tsabit r.a. Beliau adalah seorang sahabat Rasulllah SAW. Ia diistimewakan karena kesaksiannya setara dengan kesaksian dua orang. Beliau termasuk di dalam pasukan Ali dan memperoleh kemuliaan syahid saat perang Shiffin. Diriwayatkan oleh Utsman bin Sahl bin Hanif dan Khuzaimah bin Tsabit, “Bahwa ia bermimpi mencium dahi nabi SAW. Kemudian ia mendatangi Rasulullah SAW lalu ia menceritakan mimpinya tersebut. Kemudian Rasulullah SAW mempersilahkannya, lalu ia pun mencium dahi Rasul.” (Musnad Imam Ahmad).

9. Mimpi Bilal bin Rabah r.a. Beliau adalah Muazzin di zaman Rasulullah SAW, termasuk golongan sahabat yang ikut dalm perang Badar. Nabi SAW telah bersaksi atas penetapannya sebagai ahli surga. Setelah Rasulullah SAW wafat, karena tak kuat menanggung kesedihan hati akan ingatannya kepada Rasulullah SAW, Bilal pindah ke negeri Syam. Bertahun kemudian Bilal melihat Rasulullah SAW di dalam mimpinya di negeri Syam. Rasulullah berkata, “Kenapa kamu berlaku tidak ramah, wahai Bilal? Bukankah kini telah datang waktunya bagimu untuk menziarahiku?” Maka Bilal bangun dalam keadaan bersedih dan langsung bergegas menuju kota Madinah. ia lalu mendatangi makam Rasulullah SAW dan disana ia menangis. Sayyidina Hasan dan Husein datang menghampirinya, kemudian Bilal memeluk keduanya. Maka Sayyidina Hasandan Husein berkata, “Kami sangat menginginkan engkau untuk azan di waktu sahur.” Maka demi takzimnya kepada kedua cucu Rasulullah SAW ia naik ke atap masjid. ketika ia menyerukan “Allahu Akbar Allahu Akbar” bergetarlah seluruh kota Madinah. Keluarlah para penduduknya berduyun-duyun ke masjid sambil menangis tersedu-sedu karena suara Bilal mengingatkan mereka pada kehidupan di zaman Rasul. Dan tidak pernah disaksikan hari yang lebih banyak laki-laki dan wanita menangis daripada hari itu. Seminggu kemudian Bilal wafat. (Asadul Ghabah, Ibnu Atsir).

10. Mimpi Abul Mawahib Asy-Syadzili r.a. Beliau memiliki nama lengkap Syaikh Muhammad Abul Mawahib Asy-Syadzili, murid dari Syaikh Abu Sa’id Ash-Shafrawi. Beliau adalah seorang ulama besar yang pernah mengajar di Universitas Al Azhar, Mesir. Beliau sering bermimpi berjumpa dengan Rasulullah saw. Beliau pernah menyatakan: Aku bermimpi melihat Rasulullah saw berada di lantai atas Universitas Al Azhar pada tahun 825 H, lalu beliau meletakkan tangannya di dadaku dan bersabda: “Wahai anakku, ghibah itu haram hukumnya. Tidakkah kau mendengar firman Allah SWT : Janganlah sebagian kamu membicarakan keburukan (ghibah) sebagian yang lain.” Sedangkan disampingku ada beberapa orang yang asyik membicarakan keburukan orang. Kemudian beliau bersabda kepadaku: “Jika kamu tak bisa menghindari untuk mendengar orang-orang berghibah, maka bacalah surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Nas, lalu hadiahkanlah pahalanya kepada orang yang dighibah atau dibicarakan keburukannya itu, karena (mendengarkan) ghibah dan pahala dari bacaan tersebut berimbang.” Beliau menyatakan bahwa suatu hari beliau terlibat perdebatan di Universitas Al Azhar dengan seseorang atas pernyataan Qasidah Al Burdah karya Imam Bushiri: Famablaghul ilmi fihi annahu basyarun Wa annahu khairu khalqillahi kullihimi Puncak pengetahuan manusia tentangnya: ia adalah seorang manusia Tetapi sesungguhnya ia adalah makhluk Allah yang terbaik. Ia mengatakan kepadaku bahwa pernyataan ini tidak memiliki argumentasi. Aku sanggah pernyataannya dan aku katakan bahwa itu telah didasarkan pada ijma’ yang tak dapat dibantah. Tapi ia tetap tak mau menerimanya. Lalu setelah itu aku bermimpi melihat Rasulullah saw bersama Abu Bakar dan Umar sedang duduk di samping mimbar Universitas Al Azhar. Beliau bersabda menyambutku: “Selamat datang kekasih kami.” Kemudian beliau menoleh kepada para sahabatnya dan berkata: “Tahukah kalian apa yang telah terjadi hari ini?” “Kami tidak tahu, wahai Rasulullah,” jawab mereka. “Sesungguhnya si fulan yang celaka meyakini bahwa para malaikat lebih utama dariku.” Mereka menyanggah dengan serentak, “Itu tidak benar, wahai Rasulullah!” Lalu Nabi saw berkata kepada mereka: “Kasihan keadaan si fulan yang celaka itu, ia sebenarnya tidak hidup. Sekalipun hidup, ia hidup dalam keadaan ternista dan terhina. Namanya yang terhina membuatnya sempit dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ia meyakini bahwa ijma’ tidak terjadi pada pengutamaanku di atas semua makhluk. Tidakkah ia tahu, bahwa pengingkaran Mu’tazilah kepada Ahlussunah tidak dapat merusak kredibilitas ijma’? Beliau juga pernah berkata, “Aku bermimpi melihat Rasulullah saw dan aku berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, Allah bershalawat sepuluh kali kepada orang yang membaca shalawat untukmu satu kali. Apakah itu bagi orang yang menghadirkan hati (khusyu’) dan perasaannya (ta’zhim)? Beliau menjawab: “Tidak. Itu berlaku bagi orang yang membaca shalawat untukku dalam keadaan lalai. Allah akan memberinya anugerah sebesar dan sebanyak gunung-gunung tinggi, yaitu para malaikat akan berdoa dan memohonkan ampun untuknya. Adapun kalau ia membacanya dengan menghadirkan hati (khusyu’) dan penuh rasa hormat (ta’zhim), maka nilai pahala dari bacaan itu tidak bisa dijabarkan kecuali oleh Allah.” Beliau berkata lagi: “Aku bermimpi melihat Rasulullah saw. Beliau bersabda kepadaku menjelaskan tentang diri beliau yang mulia: “Aku tidaklah mati. Kematian hanyalah sebuah ungkapan bagi ketersembunyianku dari orang yang tidak mendapatkan pemahaman dari Allah. Adapun bagi orang yang telah mendapatkan pemahaman dari Allah, maka inilah aku: aku bisa melihatnya dan ia bisa melihatku.” Beliau menerangkan, “Siapa yang ingin bermimpi Rasulullah saw, hendaklah ia memperbanyak bersalawat kepadanya siang dan malam, bersama cintanya kepada para Imam yang shalih dan para wali. Jika tidak begitu, maka pintu untuk masuk ke dalam mimpi itu akan ditutup, karena mereka adalah pemimpin manusia, sementara itu Tuhan kita akan murka karena kemurkaan mereka, demikian pula Rasulullah saw.” (Afdhalish Shalawat Ala Sayyidis Saadat, Yusuf An-Nabhani).

11. Mimpi Ahmad Ibnul Jalla’ Abu Abdullah Ahmad bin Yahya Al Jalla’, asli Baghdad dan pernah tinggal di Ramlah dan Damaskus. Ia termasuk tokoh besar dari kalangan syeikh sufi di Syam. Ia berguru pada Abu Turab, Dzunnun Al Mishri dan Abu Ubaid Al Bishri serta kepada ayahnya sendiri, Yahya Al Jalla’. Ia berkata, “Pada suatu ketika aku pergi mengembara melintasi gurun dengan bekal yang seadanya. Sampai di kota Madinah, aku telah tidak memiliki apa pun. Aku lalu mendekati makam Rasulullah SAW, lalu berkata, ‘Aku adalah tamu anda, wahai Rasulullah!’ Tiba-tiba aku dilanda kantuk sehingga aku tertidur. Saat tertidur itu aku bermimpi bertemu nabi SAW dan beliau memberiku roti. Roti itu kumakan separuhnya, selanjutnya aku bangun. Ternyata separuh roti yang belum kumakan masih ada di tanganku.”

12.Mimpi Al Fasawi Ia adalah ulama hadits yang bernama Abu Yusuf Ya’kub bin Sufyan Al Fasawi. Beliau pengarang kitab At-Tarikh dan Al-Masyikhah yang wafat di tahun 277 H. Diriwayatkan dari Muhammad bin Yazid Atthar, Aku mendengar Ya’kub Al Fasawi berkata, “Aku banyak menyalin hadits di malam hari. Karena kebutuhan makin banyak, dengan terburu-buru aku menulisnya hingga larut malam sehingga mengakibatkan mataku berair dan tak dapat melihat. Hal itu membuatku bersedih, karena hilangnya ilmu dariku dan aku menjadi terasing dari sekitarku. Aku menangis hingga tertidur. Lalu aku bertemu Rasulullah SAW dimana beliau memanggilku: ‘Wahai Ya’kub, kenapa kamu menangis?’ Akumenjawab, “Ya Rasulullah, penglihatanku hilang, sehingga aku sedih tak bisa menulis sunah-sunahmu lagi dan aku terasing dari sekitarku.” Beliau bersabda, ‘Mendekatlah padaku.’ Maka aku lalu mendekat kepadanya. Lalu beliau mengusapkan tangannya di atas mataku seakan-akan membacakan atas keduanya. Kemudian aku terbangun dan aku dapat melihat, lalu aku mengambil tulisanku dan duduk di depan lampu untuk meneruskannya.” (Tarikhul Islam)

– Banyakkan salawat kepada junjungan besar Rasulullah saw..

(Video) Sheikh Abdul Aziz bin Ali A-Nuaimi Ditanam Hidup-Hidup bagi Merasai Kematian…

Oleh: takusahrisau

Bagi meraih kesedaran kerohaniah, seorang kerabat diraja Ajman, Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Ali Al-Nuaimi telah meminta dirinya dikuburkan sebagaimana jenazah yang telah meninggal dunia selama 20 minit. Masyarakat mengenali Sheikh Abdul Aziz sebagai seorang yang merendah diri sehingga dikenali dengan gelaran ‘down to earth Sheikh‘.

Sheikh Abdul Aziz pernah memimpin ekspedisi ke Artatika bagi membuat kajian lebih terperinci tentang Kepanasan Global

Sheikh Abdul Aziz pernah memimpin ekspedisi ke Artatika bagi membuat kajian lebih terperinci tentang Kepanasan Global

Perlibatan dirinya secara aktif dalam kempen kesedaran kehijauan bumi dan kepanasan global membuatkan dirinya dikenali juga sebagai ‘Green Sheikh’. Sheikh Abdul Aziz bukan sehaja memiliki budi perkerti yang mulia dan kekayaan yang melimpah ruah tetapi juga dikurniakan Allah swt dengan kepintaran. Beliau adalah graduasi dalam bidang Kejuruteraan Kimia dan Petroleum, Master dalam Pengurusan Alam Sekitar dan PhD dalam bidang Ekosistem Produksi Bersih dan Industri.

Semoga Allah sentiasa merahmati beliau.

92890835-uae-sheikh

(Video) Pemuda ini Masih Mampu Melaungkan Ayat Suci Al-Quran Miskipun Telah Koma..

Oleh: takusahrisau

 

Lelaki ini dipercayai telah koma namun beliau masih mampu untuk mengalunkan ayat-ayat suci Al-Quran..

Untitled

 

 

(Video) Ulama Terkenal Mesir, Syeikh Mutawalli Sya’rawi Meramalkan Kejatuhan Presiden Husni Mubarak..

Oleh: takusahrisau

 

Syeikh Mutawalli Sya’rawi dilahirkan pada 15 April 1911 bersamaan 12 Rabiulakhir 1328H di Daqadus, daerah Mit Ghamir, Negeri Daqaliyyah, Mesir. Nama sebenarnya ialah Muhammad bin Mutawalli Sya’rawi Husaini yang nasab keturunan bapanya sampai kepada baginda Rasulullah saw melalui cucunya baginda, Husain bin Ali ra. Beliau dibesarkan di kalangan keluarga petani namun kedua ibubapanya terkenal sebagai orang yang soleh dan warak.

Beliau wafat pada pagi Rabu 22 Safar tahun 1419H bersamaan 17 Jun 1998. Beliau disemadikan di tempat kelahirannya di Daqadus. Kewafatannya ditangisi termasuk paderi besar Kristian Koptik, Pope Shenouda III(meninggal dunia pada 17 March 2012). Dikhabarkan bahawa, lebih sejuta orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazah beliau ke tanah perkuburan. al-Fatihah.

Ingin sertai takusahrisau’s blog di Facebook?Klik SINI)

sya'rawi1

Imam Syarawi terkenal dengan sifat zuhud dan tawaduknya.

 

Semasa hayatnya, beliau dikurnia oleh Allah swt beberapa kelebihan karamah. Bukti kurniaan Allah swt ini sempat dirakam dan boleh disaksikan oleh kita pada hari ini untuk dijadikan pedoman dan iktibar. Dalam satu rakaman video, Imam Syarawi memberi ucapan dan tazkirah kepada umum yang dihadiri pelbagai lapisan masyarakat termasuk para menteri dan paderi-paderi koptik Mesir.

Ucapan tersebut turut menyentuh isu politik Mesir yang mana beliau menasihatkan bahawa jangan meminta-minta untuk mendapat kuasa politik kerana Allah swt memberi kuasa kepada sesiapa sahaja yang mereka suka. Ulama yang dianggap ramai sebagai Mujadid tidak lupa menyebut hadis Rasulullah saw yang bermaksud,

Sesiapa yang dilantik untuk sesuatu perkara, maka ia akan dibantu Allah. Dan kepada sesiapa yang meminta untuk sesuatu perkara, maka perkara itu akan menjadi beban kepadanya.

Sejurus selepas memetik hadis tersebut, beliau terus menfokuskan kepada Presiden Husni Mubarak yang turut berada disebelahnya. Kelihatan, Husni Mubarak sedikit gelisah kerana beliau sendiri mengetahui bahawa ulama besar ini tidak sesekali takut kepada ancaman kuasa politiknya. Imam Syarawi berkata-kata sambil menepuk bahu Husni Mubarak seakan-akan telah mengetahui nasib bekas presiden kuku besi tersebut 14 tahun akan datang.

Beliau berkata,’Mungkin ini adalah pertemuan terakhir antara aku dan engkau, Jika nasib kami bergantung kepada engkau, moga Allah swt memberi taufik. Jika nasib kamu bergantung kepada kami, moga Allah swt menolong kamu menanggung beban(untuk menghadapi kami).

Kepada Husni Mubarak, beliau hanya tersenyum mendengar nasihat tersebut. Tidak diketahui samaada beliau faham atau tidak isi tersirat nasihat tersebut. Bagi penulis, Husni Mubarak ternyata menganggap nasihat tersebut bagai angin yang lalu. Tidak mengambil iktibar dan seterusnya memperbaiki diri.

Akibat daripada sikap mengabaikan nasihat seorang ulama, beliau kini meringkuk dalam penjara dan menanti masa untuk dihukum. Beliau yang berpuluh tahun memenjarakan ramai ulama dan ahli politik pembangkang, kini Husni Mubarak si kuku besi merasai bagaimana hidup seorang banduan. Kuasa Allah mengatasi segalanya. DIA yang memilih sesiapa yang dikehendaki dan menjatuhkan sesiapa yang dikehendaki. Sedangkan firaun berabad lamanya memerintah Mesir boleh hancur tamadun mereka, inikan kita yang tidak sampai satu abad. Allahuakbar..

 

 

 

(Gambar) Wajah Kematian Si Penceroboh Sulu Tersebar di Internet..

Oleh: takusahrisau

 

Lihatlah bagaimana Allah swt menghinakan mereka yang berjuang bukan kerana Allah swt dan Islam. Perjuangan mereka didasari oleh ketuanya, ‘Sultan’ Jamalul Kiram III yang sangat pro-Filipina. Jurucakap rasmi Jamalul Kiram III, Abraham Idjirani berkata dalam sidang akhbar baru-baru ini yang meluahkan nada kecewa beliau apabila Kerajaan Filipina gagal memberi sokongan sedangkan ‘pejuang-pejuang’ mereka di Lahad Datu dan Sabah berusaha memulangkan Sabah kepada Filipina.(lihat petikan artikel ini, klik SINI)

Abraham Idjirani

Abraham Idjirani

Sikap mereka yang pernah berkata mereka adalah Mujahiddin Selatan Filipina adalah hipokrit. Ketua mereka sangat pro-Filipina yang mana kita ketahui adalah negara yang ‘kuat’ ajaran Kristian Katholik. Apakah mereka ingin menyerahkan Sabah kepada sebuah negara Kristian. Sanggup mereka berbuat demikian kepada Sabah yang dilihat sudah ‘elok’ dijaga oleh negara Islam Malaysia.

542607_348945431883099_984537901_n

Bandingkan dengan pejuang mujahiddin sebenar di Gaza, Chechen, dan beberapa tempat lain. Lihat wajah dan senyuman syahid mereka.

Gaza

Gaza

Sheikh Ahmed Yassin syahid di Gaza, Palestin

Sheikh Ahmed Yassin syahid di Gaza, Palestin

 Abdul Aziz Al-Jeghaiman daripada Arab Saudi akhirnya syahid di Syria.

Abdul Aziz Al-Jeghaiman daripada Arab Saudi akhirnya syahid di Syria.

Ibnu Al-Khattab daripada Arab Saudi, syahid di Chenchya

Ibnu Al-Khattab daripada Arab Saudi, syahid di Chenchya

Pejuang Bali. Dicop pengganas oleh sesetengah pihak namun ramai menganggap mereka syahid berdasarkan petanda karamah di saat kematian mereka.

Pejuang Bali. Dicop pengganas oleh sesetengah pihak namun ramai menganggap mereka syahid berdasarkan petanda karamah di saat kematian mereka.

 

 

Insaf..Bagaimana Lelaki Tua yang Buta Pergi Ke Masjid..

Oleh: takusahrisau

Mungkin kerana telah merasai ‘kelazatan’ bersolat berjemaah, seorang lelaki tua yang buta sejak bertahun-tahun dahulu berkeras untuk pergi ke masjid miskipun boleh dianggap menyusahkan dirinya. Lelaki tersebut dirakam tiap-tiap hari berulang-alik ke masjid yang berdekatan dengan rumahnya dengan menggunakan tali yang telah diikat di masjid dan di rumahnya.

Kesungguhan lelaki tua ini benar-benar menginsafkan..

9

Mongol dan Islam, Apa Yang Pembaca Perlu Tahu..

Oleh: takusahrisau

 

Bangsa Mongol adalah bangsa daripada Asia Tengah yang menetap di kawasan yang sekarang ini dikenali Mongolia. Namun, pada satu ketika dahulu, empayar Mongol mencecah hampir satu per tiga dunia.

Pada abad pertengahan, bangsa Mongol bangkit sebagai bangsa yang kuat dan berdisiplin ketika dalam peperangan. Mereka tidak bergantung sepenuhnya kepada teknologi terkini melainkan teknik dan kemahiran mereka menunggang kuda. Hampir setiap bangsa seperti Turki, Barber, Mamluk, Anglo-Saxon mahupun Franco di Eropah takut dan gerun dengan kehebatan dan kebengisan Mongol di saat pertempuran. Beberapa ulama dan cendikiawan membicarakan tentang bangsa Mongol ini sebagai bala Allah swt kepada negara-negara yang mereka perangi terutama sekali empayar Islam.

Bangsa Mongol bertanggungjawab terhadap kejatuhan Dinasti Abbasiyyah di Baghdad. Baitul Hikmah yang diasaskan oleh Khalifah Harun al-Rashid musnah dan beribu-ribu kitab dibakar dan dihanyut di Sungai Furat. Air Sungai Furat dikatakan bertukar menjadi kehitaman akibat dakwat yang mencair daripada kitab-kitab tersebut.

Dinasti Abbasiyyah musnah dan kesultanan Islam berpindah ke Mesir dan didominasi oleh Bani Mamluk dan ke Anatolia yang dipimpin oleh Bani Ottmaniyyah.

Hakikat yang perlu diketahui oleh umat Islam pada hari ini adalah Bangsa Mongol miskipun kelihatan agresif ketika di medan tempur namun hampir setiap pemimpin mereka bersikap bertolenrasi terhadap agama selain daripada agama anutan mereka. Hulagu Khan misalnya, miskipun terkenal sebagai seorang pemimpin yang bengis namun bertoleransi terhadap agama. Beliau mengahwini isteri yang menganut ajaran Kristian Nestorian.

Sikap mereka yang sangat bertolenrasi sebenarnya memudahkan pengislaman mereka. Beberapa pemimpin tertinggi Mongol diriwayatkan memeluk Islam bahkan mengenepikan semangat kebangsaan untuk membantu empayar Islam daripada terus rebah dilanda amukan Mongol.

Tidak keterlaluan untuk mengatakan bahawa, Islam tersebar hampir ke pelusuk Asia Tengah dan Asia Timur atas peranan yang dilakukan oleh Bangsa Mongol ini.!

DIGITAL CAMERA

Peperangan Ain Jalut(1260 masihi) antara tentera Mamluk dan tentera Mongol adalah peperangan yang pertama diketahui menggunakan hand-cannon (digelar ‘midfa’ dalam bahasa Arab). Hand-cannon adalah perintis kepada penciptaan senapang patah(match-lock) oleh bangsa Eropah beberapa abad selepas itu. Dalam Peperangan Ain Jalut, tentera Mamluk berjaya menundukkan keangkuhan tentera Mongol dan seterusnya menyekat kemaraan bangsa yang berasal daripada Asia Tengah tersebut daripada terus mengganas di empayar umat Islam.

 ain_Jalut_map

Berke Khan(meninggal dunia pada 1266 masihi) adalah individu berbangsa Mongol pertama yang memeluk Islam. Beliau adalah cucu kepada Genghiz Khan dan sepupu kepada pemusnah dinasti Abbasiyyah, Hulagu Khan. Berke Khan mendapat hidayah setelah pertemuannya dengan seorang ulama dan ahli sufi di Khwarizm. Setelah memeluk Islam, beliau mengenepikan semangat kebangsaan yang ada dalam dirinya untuk membantu Islam dan Mamluk menentang tentera Mongol pimpinan Kitbuqa. Dalam peperangan tersebut, beliau berjaya membunuh Kitbuqa. Berke Khan terkenal sebagai muslim yang taat. Beliau melarang sebarang makanan berunsurkan haram seperti babi dan arak dalam keraian. Beliau juga diriwayatkan mencadangkan penyembelihan binatang secara Islam bagi memudahkan beliau untuk menikmati bersama-sama saudara-saudaranya yang belum Islam.

kypchakhorde1ud7

Ahmed Tekuder(meninggal dunia pada 1284) adalah salah seorang daripada tiga orang anak lelaki Hulagu Khan. Tekuder dilahirkan sebagai seorang Kristian bermazhab Nestorian mengikut mazhab ibunya. Namun, setelah dewasa, beliau memeluk ajaran Islam dan menukarkan pemerintahannya kepada pemerintahan bercorak Islam. Ahmed Tekuder atau Sultan Ahmed tidak mendapat sokongan daripada beberapa pemerintah Mongol beragama Buddha terutama anak saudaranya, Arghun Khan. Pada 10 Ogos 1284, Ahmed Tekuder syahid di tangan tentera Arghun Khan dalam satu peperangan berat sebelah.

kypchak1tm6

Anak lelaki sulung Arghun Khan, Ghazan(1271-1304) adalah pemerintah Mongol yang memeluk Islam miskipun bapanya adalah musuh ketat kepada Islam. Ghazan memeluk Islam pada 1295 di hadapan ulama Ibrahim bin Muhammad. Ghazan dilahirkan sebagai seorang Kristian dan kemudian membesar sebagai penganut Buddha. Selepas menganut ajaran Islam, beliau menukarkan namanya kepada Mahmud Ghazan. Pemerintahan empayar di bawah kekuasaan beliau turut ditukarkan kepada empayar ala-Islam.

Mahmud Ghazan dalam satu ilustrasi.

Mahmud Ghazan dalam satu ilustrasi.

Setelah Ghazan meninggal dunia pada 1304, adiknya, Oljeitu(1280-1318) menaiki takhta. Sepertimana abangnya, Mahmud Ghazan, Oljeitu lahir sebagai seorang Kristian dan membesar sebagai seorang penganut Buddha. Beliau kemudian memeluk Islam bersama-sama abangnya. Mereka bermazhab Hanafi. Walaubagaimanapun, pergaulan yang akrab antara beliau dengan ulama Syiah seperti al-Hailli dan Maitham al-Bahrani menyebabkan beliau menukarkan mazhabnya kepada mazhab Syiah. Tidak sepertimana abangnya yang bertelorensi terhadap agama dan mazhab lain, beliau melancarkan beberapa peperangan sehingga membunuh ramai orang Islam bermazhab Ahlul Sunnah wa Jamaah. Hubungan empayar Ilkhanate dengan Mamluk mula longgar semasa pemerintahan Oljeitu.

mongol12

Anak Oljeitu, Abu Said Bahadur Khan(1305-1335) menaiki takhta setelah kematian bapanya. Abu Said adalah pemerintah Mongol pertama di empayar Ilkhanate yang menggunakan nama Arab sejak dilahirkan. Abu Said bermazhab Sunni. Hubungan dengan kerajaan Mamluk di Mesir diperbaiki. Beliau memberi ruang yang luas kepada ajaran mazhab ahli Sunnah. Walaubagaimanapun, hubungan dengan sebuah lagi empayar Mongol, Golden Horde menjadi semakin parah. Abu Said meninggal dunia semasa peperangan menentang tentera Golden Horde. Abu Said tidak meninggalkan waris dan menyebabkan empayar Ilkhanate beransur-ansur merudum.

timurid1405

Setahun selepas kematian Abu Said Bahadur Khan, lahir seorang lagi pemimpin Mongol yang terkenal sebagai seorang yang bengis dan agresif. Beliau adalah Timurid(1336-1405). Timurid dilahirkan di Kesh(kini di Uzbekistan) sebagai seorang Islam yang taat. Ramai pendapat mengatakan beliau bermazhab Syiah namun ramai juga berpendapat beliau bermazhab Sunni(Hanafi). Timurid adalah pemimpin Mongol yang berusaha mengembalikan kegemilangan empayar Mongol setelah pepecahan yang teruk di kalangan pemimpin tertinggi mereka. Empayar Ilkhanate di Parsi mengalami saat genting setelah kematian Abu Said, begitu juga dengan beberapa empayar Mongol yang lain. Pada 1387, Timurid berjaya menawan seluruh Parsi dan mengembalikan kegemilangan Dinasti Ilkhanate. Timurid menghabiskan 35 tahun dalam hayatnya semata-mata untuk menakluk dan menawan hampir suku dunia. Timurid berjaya memujuk hampir keseluruhan pemimpin Borjigin(keturunan Genghiz Khan) untuk memeluk ajaran Islam. Beliau adalah moyang kepada Ulug Beg(1394-1449) dan Babur Beg(1483-1530),pengasas kerajaan Mughal di India.

Untitled

Salisilah awal bangsa Mongol.

Beberapa dekad selepas kematian Timurid, lahir pula seorang keturunan Mongol yang berjaya menawan benua kecil India. Beliau adalah Babur Beg(1483-1530). Beliau mengasaskan Dinasti Mughal yang mendominasi hampir keseluruhan India sehingga ke Pakistan(kini), Afghanistan(kini) dan Bangladesh(kini). Undang-undang syariah Islam dikuatkuasakan. Babur Beg mempunyai susur galur terus kepada Timurid melalui bapanya dan Genghiz Khan melalui ibunya. Agama Hindu yang sejak daripada dahulu mendominisi India dibayangi oleh Islam sehinggakan banyak ulama besar dilahirkan sepanjang pemerintahan Dinasti Mughal.

babur

Dinasti Mughal melahirkan beberapa sultan yang celik al-Quran. Antaranya adalah Sultan Aurangzeb(1618-1707) atau nama sebenarnya Abul Muzaffar Muhi u’d-Din Muhammad Aurangzeb. Aurangzeb adalah sultan yang sangat taat kepada ajaran Islam dan seorang hafiz. Beliau menggunakan hasil titik-peluhnya menyalin al-Quran dan menjualnya untuk menampung sara dirinya. Beliau mengelak daripada menggunakan dana kerajaan kerana berpendapat dana tersebut lebih baik digunakan untuk pembangunan ummah. Aurangzeb adalah pemimpin yang lembut terhadap kaum Muslimin namun tegas terhadap kaum kafir yang menentangnya. Beberapa peperangan dicatatkan sehingga mengorbankan banyak nyawa semata-mata untuk mempertahankan kerajaan Islamik yang diasaskannya. Aurangzeb juga diriwayatkan melarang pencetakan ayat al-Quran pada syiling rasmi kerajaannya kerana syiling tersebut boleh dipijak dan dibuang merata-rata tanpa disedari. Aurangzeb meninggal dunia pada 1707. Selepas kematiannya, kerajaan Mughal perlahan-lahan mengalami kemerosotan. Selepas Aurangzeb, keturunan Mongol mahupun Mughal mula kehilangan ‘kuasa’ dan ‘kekuatan’ sepertimana nenek-moyang mereka.

385px-Aurangzebs_tomb

Jenazah Ulama Syiah Rafidah, Sheikh Mirza Jawad Tabrizi Hangus..Semoga dijadikan Pengajaran!

Oleh: takusahrisau

4

Beliau adalah ulama terbilang mazhab Syiah Rafidah. Sheikh Mirza Jawad Tabrizi mempunyai ribuan pengikut dan menjadi antara ulama kegemaran ramai di Qom, Iran.  Namun, akidah beliau jauh tersasar daripada akidah ahli sunnah wa jamaah. Mulutnya lancang mengutuk para sahabat antaranya adalah Saidina Umar al-Khattab ra.

Kutukan beliau ke atas sahabat Rasulullah ini ditulis dalam kitabnya, al-Syudzudz al-Jinzi Ladaa Umar bin al-Khaththab (kelainan seks pada diri Umar bin Khattab). Pelbagai fitnah dicipta oleh beliau dan kebencian beliau meluak-luak sehingga pernah terpacul daripada lidahnya berkata,

“Kalau Allah memasukkan saya ke syurga dan di sana saya dapati Umar ibn Khattab maka nescaya saya meminta kepada Allah agar saya dikeluarkan dari syurga”

SubhanaAllah, lihatlah betapa angkuhnya dajal kecil ini. Allah swt membayar segala-gala di dunia. Pada hari kematiannya, Allah swt menampakkan kekuasaan-Nya dengan menghitamkan wajah putih beliau. Tubuhnya yang kurus melidi seakan-akan hitam dibakar. Foto di bawah menceritakan segala-galanya. Allah swt menghinakan ulama ini supaya menjadi pengajaran kepada sesiapa sahaja tidak kira bermazhab Syiah mahupun Sunni agar sentiasa menghormati para sahabat dan bersangka baik kepada mereka.

a

Imej di atas dirakam semasa Sheikh Mirza Jawad Tabrizi dibaringkan di tanah perkuburan di satu kawasan di Iran. Perhatikan bagaimana pengikut mereka menulis pelbagai tulisan pada kafan imam syiah ini. Jelas juga memaparkan wajah imam ini menghitam seakan-akan terbakar sedangkan beliau memiliki wajah putih semasa hayatnya. Semoga kita dijauhkan daripada seksaan seumpama ini.

Ketika terlantar sakit

c

Ketika mengajar

d

Diarak ke tempat pengebumian

g h

Burung Yang Sentiasa Hinggap di Darah as-Syahid Ahmad Abu Kamil..

Oleh: takusahrisau

Kisah-kisah pelik dan ajaib memang banyak ditemui di bumi yang diberkati Allah swt. Palestin terutamanya di wilayah Gaza tidak terkecuali. Dipetik daripada laman sosial milik Aman Palestin Mesir, mereka mendakwa burung peliharaan as-Syahid Ahmad Abu Kamil masih lagi setia hinggap di sisi darah bekas tuannya itu. Gambaran seperti ini menunjukkan bahawa terdapat karamah dan keajaiban yang dikurniakan Allah swt kepada hamba-Nya yang berjuang ikhlas fi sabililah.

Satu pertanda lain adalah mereka berjuang di jalan yang benar. AllahuAkbar!

537470_207789039356785_1747331315_n

Lihat petikan di bawah. Daripada Aman Palestin Mesir

Ini pula kisah tentang perkara ajaib yang berlaku di Gaza..

Seekor burung kakak tua kepunyaan As- Syahid Ahmad Abu Kamil ketika dia masih hidup, beliau telah syahid setelah serangan 8 hari Israel terhadap Gaza..

Setelah kesyahidan beliau,burung itu hinggap dengan setia diatas darah bekas As- Syahid Ahmad Abu Kamil. Difahamkan,burung ini telah di alihkan dan di buang ketempat yang lain beberapa kali,akan tetapi dia tetap pulang semula ke kawasan tersebut dan hinggap di atas bekas darah As -Syahid Ahmad Abu Kamil..

Jenazah Mujahiddin Yang Tidak Dimamah Tanah..

Oleh: takusahrisau

Gambar di bawah adalah jenazah seorang mujahiddin yang syahid semasa menegak panji Islam. Mujahiddin yang dikenali Khalil al-Sharif Khalil Rahman telah meninggal dunia 16 tahun yang lalu namun kuasa Allah swt yang tidak terjangkau dek logik akal mengekalkan struktur asal tubuh beliau sepertimana jenazah baru sejam meninggal dunia. Maha Suci Allah Yang Maha Berkuasa.

Menurut facebook Aman Palestin, kubur Khalil al-Sharif dibuka kerana ingin memberi laluan kepada jenazah yang baru untuk ditanam. Sudah menjadi kebiasaan di negara di sebelah Timur Tengah dan Arab mengebumikan jenazah di liang lahad yang telah lama digunakan.

Namun, mereka menemukan jenazah yang langsung tidak dimamah tanah dan masih sempurna.

Itulah anugerah yang Allah swt berikan kepada mereka yang bersusah-payah dan menyerahkan jiwa dan raga untuk mempertahankan Islam bagi mencari keredhaan Allah swt.

1
Sumber: Facebook Aman Palestin
%d bloggers like this: